Temulawak Ditetapkan Sebagai Tanaman Obat Tradisional Unggulan, Bisa untuk Cegah Stunting
3 mins read

Temulawak Ditetapkan Sebagai Tanaman Obat Tradisional Unggulan, Bisa untuk Cegah Stunting

Tanaman asli Indonesia, Temulawak, ditetapkan sebagai tanaman obat tradisional unggulan. Penetapan tersebut disampaikan saat pameran alat kesehatan dan farmasi dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke 59 di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (9/11/2023). Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, penetapan temulawak sebagai tanaman obat tradisional unggulan didasarkan pada banyaknya kandungan yang terdapat dalam tanaman tersebut.

Adapun beberapa kandungan temulawak diantaranya zat besi, vitamin, kalsium, sodium dan asam folat. Selain itu, temulawak juga mengandung banyak zat aktif, seperti kurkuminoid. Diketahui, kurkuminoid ini berkhasiat untuk mencegah berbagai penyakit hati seperti fatty liver, sirosis bahkan kanker hati.

"Penyakit fatty liver itu pengobatannya susah, tapi ada tanaman Indonesia yang bisa mengobati. Karena itu butuh antioksiden yang bernama Kurkumin," ujar Menkes, dikutip dari sehatnegeriku.kemkes.go.id . PROFIL SMA Kristen Bhaitani Tempat Mengajar Wiwin Dwi Jayanti, Guru Muslim yang Lepas Gaji Rp 8 Juta Halaman 3 Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2021 Dimulai, Simak Bacaan Niat serta Jadwal Lengkapnya

Pakai HP Bisa Cek Penerima BLT El Nino Rp400 Ribu, Simak Pencairannya di Cek Bansos Kemensos Hasil Survei Terbaru Jelang Pencoblosan, Intip Peta Kekuatan Elektabilitas Capres di Tiap Provinsi Halaman 4 Wirang Birawa Bicara Perselingkuhan Artis Berinisial RI

Menkes berharap dengan penetapan ini, kedepan upaya pengembangan dan riset kandungan dalam tanaman temulawak terus dilakukan agar lebih banyak mendapatkan manfaat kesehatan yang didapatkan. Kemudian, ia juga berharap ditengah perkembangan riset temulawak sebagai bahan baku obat, nantinya sektor farmasi dapat membantu mempromosikan produk ini secara aktif, sehingga dapat dikenal secara luas tidak hanya nasional tapi juga global. Selain menetapkan temulawak sebagai obat tradisional unggulan Indonesia, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Kesehatan juga bekerjasama untuk meningkatkan konsumsi jamu pada masyarakat.

Kerja sama ini diperkuat dengan terbitnya Peraturan Presiden tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu. "Dalam rangka kemandirian kesehatan, obat obatan tradisional asli Indonesia kita dorong. Mudah mudahan dengan peluncuran Perpres ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi jamu," ujar Menkes. Temulawak memiliki banyak khasiat, salah satunya untuk mencegah stunting.

Diwartakan sebelumnya, hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum PDPOTJI (Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia), Inggrid Tania. Inggrid mengungkapkan bahwa temulawak mampu mempercepat pengosongan lambung, mengoptimalkan kerja enzim pencernaan, hingga melancarkan proses pencernaan dan penyerapan lemak di usus, yang berujung pada peningkatan nafsu makan. "Temulawak terbukti dapat meningkatkan berat badan pada anak," ungkapnya pada talkshow pameran Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 59 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Kamis (9/11/2023).

"Dengan tercapainya berat badan normal pada anak, maka kita dapat menurunkan risiko stunting," jelas Inggrid. Diketahui, temulawak memiliki dua kandungan utama yakni Xanthorrhizol dan Curcominoids. Xanthorrhizol mempunyai khasiat anti peradangan, anti oksidan, kesehatan pencernaan dan hepatoprotektor.

Sementara Curcominoids, anti dislipidemia, imunomodolator, anti mikroba, dan anti kanker "Temulawak bersifat koleretik yang mampu mencegah pelepasan empedu. Sehingga mengoptimalkan kerja enzim pencernaan, mempercepat pengosongan lambung, melancarkan proses pencernaan dan penyerapan lemak di usus pelepasan berbagai hormon yang meregulasi peningkatan nafsu makan," tambahnya. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *